Dari Lari di Riau sampai Final di Medan: Juli 2026, Olahraga Indonesia Hidup di Luar Sorotan Utama

Dari Lari di Riau sampai Final di Medan: Juli 2026, Olahraga Indonesia Hidup di Luar Sorotan Utama

Pernah nggak sih lo ngerasa, berita olahraga di TV cuma itu-itu aja? Sepak bola, sepak bola, sepak bola. Padahal, di luar sorotan utama—di luar heboh calo tiket Piala AFF U-19 yang dijual sampe Rp400 ribu —ada cerita lain yang nggak kalah penting.

Gue mau kasih tau, Juli 2026 ini ada dua even olahraga yang berjalan tanpa banyak kamera. Tapi justru di sanalah Indonesia sedang membangun olahraga dari akar. Bukan cuma dari atas.


Heboh di Medan: Calo Tiket dan Harga Selangit

Sebelum gue cerita soal yang di luar sorotan, gue harus ngaku: sorotan utama emang lagi tertuju ke Medan. Piala AFF U-19 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara lagi rame banget . Antusiasme penonton tinggi, apalagi pas laga Indonesia vs Vietnam yang jadi penentu juara grup .

Tapi sayangnya, antusiasme ini dimanfaatin sama calo. Tiket yang seharusnya cuma Rp100 ribuan, dijual sampe Rp350 ribu, Rp400 ribu, bahkan Rp500 ribu . Satu suporter ngaku beli tiket dari calo seharga Rp200 ribu per tiket, padahal harga resminya jauh lebih murah. “Kecewa kali kita, 350 ribu katanya. Harga asli padahal 100,” curhatnya .

PSSI akhirnya bereaksi. Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, janji bakal perketat pengawasan di babak semifinal dan final, bahkan nambahin sistem gelang buat keamanan .

Tapi di luar keramaian ini, ada yang bergerak tanpa banyak kamera. Dan ini yang bikin gue mikir.


Riau Bhayangkara Run: 13 Ribu Pelari, Sertifikasi Dunia, dan Kampanye Lingkungan

Nah, ini dia yang jarang masuk berita utama. 19 Juli 2026, Polda Riau bakal gelar Riau Bhayangkara Run 2026 di Mapolda Riau . Event lari terbesar di Sumatera ini targetnya 13 ribu peserta —naik signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Yang bikin ini spesial?

Pertama, event ini udah punya sertifikasi World Athletics —standar internasional . Jadi bukan lari kampungan, tapi lari kelas dunia.

Kedua, temanya “Run With Purpose, Move Forward With Riau” . Ini bukan cuma lari. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan ngajak masyarakat buat sadar sama ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sering terjadi di musim kemarau . Bahkan BMKG udah prediksi Juni-Agustus 2026 bakal ada “Super El Nino” yang ningkatin potensi karhutla . Jadi lari di sini = ikut kampanye lingkungan.

Ketiga, ada tiga kategori: half marathon 21K, 10K, dan 5K . Start dan finish di Mapolda Riau. Peserta dapet jersey premium, timing chip, medali finisher, sampe jaket khusus buat 21K .

Tahun lalu aja udah 13 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia . Dan ini adalah event lari yang dibangun oleh kepolisian daerah, bukan federasi nasional. Ini adalah bukti kalo pembinaan olahraga bisa dimulai dari mana aja—termasuk dari institusi keamanan.


Voli Putra Indonesia: Persiapan AVC Nations Cup dan SEA V League di Juli

Sekarang kita loncat ke voli. PBVSI udah panggil 16 pemain buat pemusatan latihan di Padepokan Voli Jenderal Kunarto, Sentul, mulai 21 Mei 2026 . Tujuannya? Dua turnamen: AVC Nations Cup di India (20-28 Juni) dan SEA V League 2026 .

Yang bikin seru, SEA V League tahun ini digelar dua seri . Filipina jadi tuan rumah putaran pertama 15-19 Juli, dan Indonesia jadi tuan rumah putaran kedua pada 22-26 Juli 2026 .

Di skuad yang dipanggil, ada nama-nama senior kayak Rivan Nurmulki (opposite andalan) dan Nizar Julfikar (setter senior) . Tapi PBVSI juga ngasih kesempatan ke tiga debutan: Fauzan Nibras, Putra Bagus Hidayatullah, dan Raihan Rizky Attorif .

Ini tandanya regenerasi jalan. Dan yang lebih keren, tim ini bakal ditangani pelatih anyar asal Brasil, Sergio Veloso . Kombinasi antara pembinaan lokal dan pengetahuan internasional—ini adalah ekosistem yang sehat.

Juli 2026, di saat publik sibuk sama Piala AFF U-19, voli Indonesia bakal bertarung di dua panggung sekaligus: SEA V League di Filipina dan Indonesia . Dan ini nggak dapet banyak sorotan.


Voli Putri U18: Target Final Princess Cup dan Empat Besar AVC Girls Cup

Nggak cuma putra, voli putri U18 juga bergerak. Target PBVSI: final Princess Cup U18 dan empat besar AVC Girls Cup 2026 di Nakhon Ratchasima, Thailand .

Timnas voli putri U18 Indonesia dijadwalkan ikut Princess Cup U18 pada 21-28 Juni, terus lanjut ke AVC Girls Cup pada 1-8 Juli . Ini langkah penting, karena pada 2023 Indonesia nggak ikut AVC Girls U18 . Sekarang mereka ikut dua-duanya karena digelar berurutan di tempat yang sama .

Penanggung jawab pelatnas, Loudry Maspaitella, bilang targetnya minimal runner-up di Princess Cup kayak 2023, dan empat besar di AVC Girls Cup—meskipun di grup berat sama Jepang, Iran, dan Filipina .

Di tengah sorotan Piala AFF U-19, ada anak-anak muda ini yang berjuang di Thailand. Dan nggak banyak yang tau.


Yang Bisa Kita Pelajari

1. Olahraga Nggak Cuma yang Viral

Heboh calo tiket AFF U-19 itu penting buat dibenerin . Tapi kalo kita cuma perhatiin yang viral, kita kehilangan setengah cerita. Ada 13 ribu pelari di Riau , ada voli putra dan putri yang bertarung di level Asia —semua ini adalah pembinaan yang nggak kalah penting.

2. Akses Itu Kunci

Riau Bhayangkara Run buka buat pelari dari berbagai daerah . Voli putra kasih kesempatan ke debutan . Ini tandanya akses makin terbuka. Nggak cuma atlet elite yang dapet panggung.

3. Kolaborasi Multi-Pihak Itu Penting

Polda Riau ngadain lari internasional . PBVSI bawa pelatih Brasil sambil libatkan pemain lokal . Ini semua adalah kolaborasi yang bikin ekosistem olahraga Indonesia makin sehat.


Kesalahan yang Sering Terjadi

1. Cuma Fokus ke yang Heboh

Piala AFF U-19 rame, calo tiket viral . Tapi kalo kita cuma perhatiin itu, kita lupa ada even lain yang nggak kalah penting.

2. Nganggap Even Lokal Nggak Penting

Riau Bhayangkara Run mungkin nggak sepopuler Piala AFF. Tapi dengan 13 ribu peserta tahun lalu dan sertifikasi World Athletics , ini adalah bukti kalo even lokal bisa naik kelas.

3. Lupa Dukung Atlet Muda

Voli putri U18 bertarung di Thailand . Voli putra di SEA V League . Jangan cuma heboh pas mereka juara, tapi dukung juga pas mereka bertanding.


Intinya: Olahraga Hidup di Luar Sorotan

Jadi, Juli 2026 ini, di tengah heboh Piala AFF U-19 dan calo tiket , ada cerita lain yang nggak kalah penting. Ada 13 ribu pelari di Riau . Ada voli putra dengan pelatih Brasil yang siap bertarung di SEA V League . Ada voli putri U18 yang berjuang di Thailand.

Ini adalah bukti kalo olahraga Indonesia hidup di luar sorotan utama. Dan mungkin, justru di sanalah masa depan olahraga kita dibangun.

Jadi, lain kali lo liat berita olahraga, coba liat lebih dalam. Karena di luar yang viral, ada cerita yang nggak kalah seru.